Tuesday, July 30, 2019

5 CARA MENANAM TERUNG DENGAN POLYBAG | NADIKA HERBAL DAN ORGANIK NASA BLOKAGUNG | +6282334207704

Terung merupakan sayuran yang layak untuk dibudidayakan. Terung memiliki banyak kandungan gizi, seperti vitamin K, kalsium, mineral bioflavonoid, serta berbagai mineral. Selain itu, terung bermanfaat untuk kesehatan tubuh, diantaranya mencegah diabetes, sebagai nutrisi untuk otak, mengurangi kolesterol jahat, menguatkan tulang, dan mengontrol  tekanan darah tinggi.

Anda dapat menanam tanaman terung sendiri, dengan memakai polybag. Media tanam dengan polybag tidak memerlukan lahan yang luas, sehingga Anda bisa melakukannya di rumah Anda. Ada beberapa cara yang harus diperhatikan untuk budidaya terung dalam polybag.

1. Pemilihan Bibit

Bibit terung dapat diperoleh dengan pembibitan sendiri, yaitu dengan cara mengambil biji dari terung ungu yang sudah tua. Biarkan buah terung yang khusus diperuntukkan sebagai bibit sampai benar-benar tua dan membusuk di pohon, setelah itu ambil dan pisahkan biji-bijinya. Buah yang dijadikan bibit sebaiknya buah terung yang memiliki kondisi fisik bagus (tidak terserang hama, dan bentuknya sempurna).

Setelah biji-biji diambil, jemur biji terung diterik matahari namun jangan terlalu lama, sekitar 2 jam. Kemudian letakkan di area yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Jemurselama 4-5 hari agar biji terung benar-benar kering.

Buatlah area penyemaian dengan ukuran 50x50 cm, gemburkan dengan menggunakan cangkul dan bentuk menggunduk seperti tegalan.Selain membibit sendiri, Anda juga bisa membeli bibit terung di took pertanian. Anda dapat memilih bibit terung sesuai keinginan. Pilihlah bibit yang tanggal kadaluarsanya masih cukup lama.

2. Penyemaian Bibit

Siram dengan  SUPERNASA dengan dosis 2 sendok makan dalam 2 liter air, siram sedikit air saja jangan terlalu banyak karena dikhawatirkan menyebabkan perkembangan jamur. Setelah itu, taburkan benih terung secara merata sesuai dengan kebutuhan (disesuaikan dengan jumlah polybag yang akan ditanami).

Taburi biji terung yang disebar dengan menggunakan tanah secara merata dan tipis, beri penutup pada bagian atasnya dengan jarak sekitar 30-40 cm dari permukaan tanah. Hal ini diperuntukkan agar kelembapan area semaian tetap terjaga dan menjaga agar biji terung tidak bertaburan saat terkena hujan atau penyiraman.

Lakukan penyiraman secara teratur pagi dan sore hari sampai bibit terung ungu siap dipindahkan. Lakukan juga pencabutan rumput-rumput yang ikut tumbuh di area penyemaian.

3. Menyiapkan Polybag

Siapkan polybag dengan ukuran yang sedang (40x50 cm), isi dengan tanah yang gembur dan campurkan pupukkan dan atau pupuk kompos dengan perbandingan 3:1 (3 tanah, 1 pupuk).Isilah polybag sampai hamper penuh (sisakan polybag sekitar 10 cm), letakkan polybag di area yang teduh dan untuk mengurangi serangan jamur maka taburkan setengah sendok makan GLIO setiap polybag dan biarkan selama 2 hari sebelum ditanami.

4. Penanaman Bibit Terung

Bibit sudah bisa dipindahkan ke polybag setelah bibit memiliki 4-5 helai daun. Lakukan penyiraman terlebih dahulu pada semaian sebelum mencabut bibit. Cabut bibit secara perlahan agar tidak merusak akarnya.

Buat lubang di tanah pada polybag yang telah disiapkan dengan menggunakan jari atau tongkat kayu sedalam 5-10 cm. Tanam bibit terung sebanyak 1 bibit per polybag.Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tidak terlalu panas, lakukan penyiraman setelah penanaman dilakukan.

5. Perawatan Terung

Penyiraman harus dilakukan setiap pagi dan sore hari. Jika musim hujan penyiraman dapat dihentikan. Perawatan lainnya adalah membersihkan rumput yang tumbuh di polybag. Pemberian pupuk juga dilakukan secara berkala, pemberian NPK sesuai umur dan tentu saja penyemprotan ruitn POC NASA 3 tutup botol dan HORMONIK 1 tutup botol dalam 12 – 15 liter air, semprotkan 1 – 2 minggu sekali.

Lakukan perawatan yang rutin terhadap terung, petik daun yang diserang hama, dan cabut tanaman terung yang sudah terserang hama agar tidak menyebar ketanaman yang lain. Cara menanam terung ungu dalam polybag ini juga dapat dilakukan juga di dalam pot. Selamat mencoba!

Produk yang kami rekomendasikan adalah :
SUPERNASA
GLIO
POC NASA
HORMONIK

Harga : Rp. 220.000 ---> 200.000

Saturday, July 6, 2019

BUDIDAYA IKAN DAN TANAMAN DENGAN AQUAPONIK | NADIKA HERBAL DAN ORGANIK NASA BLOKAGUNG | +6282334207704

Jika Anda mengetahui hidroponik, budidaya tanaman dengan memanfaatkan air sebagai media tanamnya, apakah Anda juga mengetahui Aquaponik?

Aquaponik merupakan kombinasi antara hidroponik dengan budidaya hewan di air (aquakultur). Hewan yang dimaksud dalam budidaya ini adalah ikan. Teknik budidaya ini memungkinkan Anda untuk mengembangkan tanaman serta ikan secara bersamaan dalam satu tempat dan satu waktu.

Harga dari vitamin atau nutrisi yang dibutuhkan untuk budidaya tanaman secara hidroponik biasanya mahal harganya. Begitu pula budidaya hewan di air, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain harus memberi pakan sehat, Anda juga harus membersihkan kolam secara berkala agar ikan dapat tumbuh dengan baik.

Pada proses aquaponik ini Anda tidak perlu repot membeli pakan dan nutrisi untuk keduanya. Dalam hal ini Anda tidak mengeluarkan dana yang banyak untuk keduanya. Hal ini terjadi karena tanaman mendapatkan sumber makanan dari limbah kotoran ikan, sementara ikan mendapat air sebagai tempat hidup, setelah air dimurnikan oleh tanaman.

Siklus dalam proses aquakultur, yaitu sisa pakan yang dihasilkan ikan dalam bentuk feses akan terakumulasi di dalam air. Feses dengan kandungan nitrat dan amonia ini bersifat toksin atau beracun bagi ikan, namun sebenarnya kaya nutrisi jika dijadikan sumber hara bagi tanaman. Pada saat nitrat telah terserap oleh tanaman sebagai bahan makanan, di saat yang sama tanaman menyuling air dari bahan berbahaya yang kemudian dikembalikan lagi ke kolam ikan.

Aquaponik juga bisa dilakukan di rumah seperti hidroponik. Untuk membuat budidaya dengan sistem ini, yang Anda butuhkan adalah beberapa komponen sebagai berikut:
  1. Kolam atau tangki pemeliharaan ikan.
  2. Grow beds atau tempat untuk menanam tanaman biasanya dipakai dalam sistem Aquaponic pasang surut. Sistem pasang surut air dalam grow beds biasanya dikontrol dengan menggunakan alat bernama Auto Siphon.
  3. Filter diperlukan agar kualitas air menjadi terjaga dan juga kejernihannya, selain itu dengan filter kita bisa mencegah terjadinya penyumbatan kotoran dalam pipa.
  4. Sump tank (bak penampung air). Tidak semua sistem Aquaponic membutuhkan sump tank, akan tetapi sump tank biasanya dipakai dalam sistem pasang surut. Volume sump tank harus mampu menampung semua air dari grow beds sebelum dipompa kembali ke kolam ikan.
  5. Pompa, digunakan untuk memindahkan air dari titik terendah dalam sistem (misalnya sump tank) ke titik tertinggi (misalnya tangki ikan). Pompa harus mampu memompa air dalam kolam atau sump tank sampai habis dalam waktu 1 jam. Pompa harus mampu menggerakkan air secara vertikal.
  6. Media tanam berguna sebagai penyangga tanaman agar bisa tumbuh. Pilih media tanam yang tepat. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, antara lain pori-pori dan  keawetan (tidak mudah busuk). Untuk sistem pasang surut kita bisa memakai pecahan genting, batu split buat cor, arang kayu bakar, batu apung, atau juga bisa hidroton. Untuk sistem NFT kita bisa menggunakan media tanam Rock wall atau juga bisa kain Flanel.

Pemberian produk NASA untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh ikan yaitu VITERNA dicampurkan pada pada pakan pelet, dengan dosis 1 tutup botol VITERNA dicampur 1 liter air per 5 kg pakan ikan diberikan setiap hari pada waktu pagi dan sore.
Beberapa tanaman sayuran cocok untuk budidaya dengan teknik aquaponik, seperti okra, tomat, paprika, selada, kemangi, buncis, kol, kacang polong, talas, bawang, ubi jalar, stroberi, hingga rempah-rempah bumbu dapur. Sementara itu, ikan-ikan yang dapat dipelihara adalah jenis air tawar seperti ikan mas, nila, lele, patin, belut, hingga lobster air tawar.

Apakah Anda tertarik membuat aquaponik di rumah? Selain bisa dinikmati untuk konsumsi sehari-hari, peluang ini juga bisa mendatangkan keuntungan bagi Anda. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Selamat mencoba.

Produk yang kami rekomendasikan adalah :
VITERNA 

Harga : Rp. 70.000 ---> 60.000

Friday, July 5, 2019

PERAN JAGUNG / TEBON SEBAGAI PAKAN TERNAK | NADIKA HERBAL DAN ORGANIK NASA BLOKAGUNG | +6282334207704

Jagung merupakan jenis tanaman yang penting dalam pemenuhan kebutuhan pakan ternak. Hampir semua bagian tanaman jagung dapat digunakan sebagai pakan untuk ternak. Selain itu, hampir semua jenis ternak memerlukan jagung sebagai salah satu komponen penyusun ransum pakannya. Jenis jagung yang dimaksud adalah jenis jagung kuning karena mengandung nutrisi yang lebih sesuai dengan kebutuhan ternak.

Kandungan nutrisi biji jagung sangat sesuai sebagai sumber nutrisi pakan ternak khususnya sebagai sumber energi, protein dan mineral. Berikut ini adalah komposisi nutrisi biji jagung :

Air                   :           11.9 %
Protein             :           8.6 %
Lemak             :           3.9 %
Serat kasar       :           2 %
BETN *)           :           70.8 %
Kalsium           :           0.02 %
Fosfor              :           0.3 %

BETN = Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen

(Anggorodi, 1995)   

Peran komoditi jagung sebagai bahan baku pakan ternak sampai saat ini belum tergantikan. Upaya untuk menggantikan jagung dengan biji-bijian lain tampaknya belum berhasil sehingga jagung tetap menjadi bahan baku utama pakan di seluruh dunia.  Komponen jagung dalam bahan baku pakan ternak unggas memiliki proporsi yang paling tinggi dibandingkan dengan komponen penyusun lainnya. Dengan demikian fungsi jagung khususnya untuk pakan menjadi sangat penting. Penggunaan jagung yang relatif tinggi ini disebabkan oleh harganya yang relatif murah, mengandung kalori tinggi, mempunyai protein dengan kandungan asam amino yang lengkap, mudah diproduksi dan digemari oleh ternak (Litbang Kementan, 2016).

Selain biji jagung, komponen tanaman jagung lain yang bermanfaat sebaga pakan ternak adalah jerami (tebon jagung). Tebon jagung sendiri adalah seluruh tanaman jagung termasuk batang, daun dan buah jagung muda yang umumnya dipanen pada umur tanaman 45 – 65 hari ada pula yang menyebut tebon jagung tanpa memasukkan jagung muda ke dalamnya (Ilmu Ternak.com. 2015). Tebon  jagung merupakan limbah pertanian yang banyak terdapat di pedesaan dan hampir merata di lahan kering. Dalam pemberiannya biasanya dicampur dengan bahan pakan lain yang mempunyai kandungan nutrien lengkap akan menghasilkan susunan pakan yang rasional dan murah. Tebon jagung dapat diberikan pada ternak baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk kering. Pemanfaatan tebon jagung sebagai pakan ternak telah dilakukan terutama untuk ternak sapi, kambing, dan domba.

Cukupilah kebutuhan pakan untuk ternak anda dengan memberikan pakan dari komoditas jagung ini, untuk menambah kalori asam amino dan protein. Untuk lebih maksimal juga bisa ditambahkan 1 tutup botol VITERNA pada setiap 5-10 liter air minum ternak.

Selamat Beternak

Produk yang kami rekomendasikan adalah :
VITERNA 

Harga : Rp. 70.000 ---> 60.000